Pokemon Go Mau Diboikot Oleh Penggemarnya, Ini Alasannya

Beberapa waktu lalu, dunia game secara global dikejutkan dengan kabar bahwa Pokemon Go akan diboikot oleh para penggemarnya. Apa alasannya?

Dilansir dari berbagai sumber, hal itu dipicu oleh tindakan Niantic sebagai pengembang Pokemon Go yang ingin menghilangkan sejumlah fitur keamanan dalam game tersebut sejak pandemi mengalami perkembangan ke arah lebih baik.

Salah satu fitur yang dihilangkan adalah fungsi yang memudahkan pemain untuk bertarung di gym dan mengunjungi Pokestop tanpa harus keluar rumah.

Setelahnya, komunitas pecinta game Pokemon Go di Reddit menulis surat terbuka agar Niantic membatalkan perubahan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah gamer, influencer dan YouTuber terkenal turut menyebarkan surat itu di platform sosial media.

Isi surat terbuka tersebut berbunyi, “Kepada Niantic, kami adalah perwakilan komunitas dan kreator yang ingin mengungkapkan rasa khawatir sekaligus kekecewaan terkait perubahan terbaru pada pengurangan radius interaksi Pokestop di game Pokemon Go.

“Dampak dari perubahan game sebelumnya memberi sesuatu yang positif bagi komunitas walaupun radius interaksi Pokestop/POI telah ditingkatkan karena pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Isi dari surat terbuka itu juga menekankan bahwa ada manfaat lain dari peningkatan radius interaksi, misalnya memudahkan pemain yang menyandang disabilitas untuk bisa memainkan game Pokemon Go dengan nyaman dan tidak perlu berkerumun di tempat umum.

Melalui sosial media, para pemain pun menggaungkan hastag #BoycottNiantic dan #PokemonNoDay untuk memboikot Niantic dan Pokemon Go. Mereka mengajak pemain lainnya untuk tidak memainkan Pokemon Go atau membeli item sebagai bentuk tekanan pada pihak pengembang.

Selain menyerukan aksi boikot melalui sosial media, para pemain Pokemon Go meluncurkan petisi secara online agar Niantic mengubah kebijakannya. Terakhir kali dilihat, petisi itu telah ditandatangani oleh lebih dari 160.000 orang.

Pada Juni lalu, Niantic mengumumkan rencana pembatalan fitur era pandemi untuk pertama kalinya. Alasannya, pengembang game Pokemon Go itu melihat banyak tempat umum yang dibuka pasca-lockdown, sehingga para pemain bisa memainkan game tersebut dengan cara normal.

Pengembang menerapkan perubahan tersebut mulai dari Amerika Serikat dan Selandia Baru pada bulan Juli, dan diteruskan ke negara lainnya secara bertahap. Selain radius interaksi yang dikurangi, perubahan terbaru yang dibuat Niantic adalah menghilangkan berbagai bonus yang diberikan untuk para pemain di awal pandemi.

Niantic memberi tanggapan

Setelah seruan boikot Pokemon Go meluas di sosial media, Niantic sebagai pengembang game tersebut itu pun memberikan tanggapan.

Saat pandemi Covid-19 memuncak, radius interaksi pemain Pokemon Go diubah dari 40 meter menjadi 80 meter agar tetap bisa bertarung dan mengambil hadiah tanpa perlu bepergian jauh.

Akan tetapi dengan adanya pelonggaran aturan bepergian di berbagai negara, pihak Niantic berupaya mengembalikan cara bermain Pokemon Go agar seperti semula dan dimulai dari Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis, Niantic mengatakan, “Kami sebagai pengembang Pokemon Go telah mendengar berbagai masukan dari para pecinta game ini. Kami juga mengumumkan akan membentuk tim khusus terkait mengembangkan proposal demi menjaga misi kami, yaitu memberi inspirasi kepada semua orang tentang menjelajahi dunia bersama namun tetap memperhatikan jarak interaksi dalam kondisi tertentu.

“Pada pergantian musim in game (1 September 2021), kami sebagai pengembang game Pokemon Go akan membagikan hasil temuan dari tim khusus.”

Dengan tanggapan Niantic secara cepat dan langsung, tampaknya segala masalah terkait game Pokemon Go bisa diselesaikan. Apalagi Niantic terlihat cukup serius menanggapi aspirasi dari para pecinta game besutan mereka.

Topik:

Lainnya di Arenadigital.id:*

* mengandung link sponsor
Arenadigital.id
Logo
Perbandingan Produk
  • Total (0)
Bandingkan
0

Promo Lazada September 9.9 - DISKON SUPER